Anggota Kelompok : - MARISA
ISTALTOFA_211140001144
- AHMAD HABIB AWWALUDDIN_211240001122
( Artikel ini untuk memenuhi tugas mata kuliah
kewarganegaraan yang diampu oleh Bapak AAN
ZAINUL ANWAR, S.H.I., M.E.Sy. )
TANAH AIR TERSAINGI BUDAYA ASING,BAGAIMANA
SIKAP KITA SEBAGAI GENERASI MILENIAL?
Pada
saat ini, tanah air kita sedang menghadapi masalah besar. Berawal dari
munculnya teknologi, sehingga hampir semua aspek mengalami perubahan-perubahan
yg semakin hari semakin menghawatirkan karena kemudah diaksesnya di internet masukknya
tren budaya asing berdampak buruk bagi budaya kita, sehingga budaya kita serasa
di gantikan oleh budaya asing.
Sebagai generasi
milenial kita harus mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya kita sehingga
masyarakat memiliki rasa cinta tanah air.Tentu saja cinta tidak lepas dari cinta dan kasih sayang.
Dari rasa cinta dan sayang itulah muncul keinginan untuk memberikan yang
terbaik, menjaga, merawat, serta rela berkorban untuk melindungi hal-hal yang
kita cintai dari hal-hal yang buruk. Begitu juga dengan cinta tanah air.
Cinta
tanah air dapat diartikan sebagai munculnya rasa bangga suatu masyarakat
terhadap negaranya sendiri, sehingga timbul sikap juang untuk memajukan dan mensejahterakan
berbagai elemen yang dikandung negaranya.
Cinta tanah air adalah rasa cinta yang timbul karena ingin menjaga dan
membela tanah air dari macam-macam gangguan yang datang yang mengusik
ketentraman suatu bangsa.
Seperti yang kita ketahui bersama, akhir-akhir ini
kecintaan kaum milenial Indonesia terhadap tanah air mulai menurun. Padahal,
seharusnya sebagai generasi milenial ini kita harus mampu menjadi salah satu
penggerak perubahan sejarah yang memungkinkan negara menjadi negara yang lebih
baik dari sebelumnya. Menurunnya rasa cinta tanah air disebabkan oleh berbagai
sebab, seperti tren globalisasi.
Globalisasi
ini memudahkan masuknya budaya dan produk asing ke Indonesia. Generasi muda
saat ini lebih suka mengikuti tren eksternal daripada tetap berpegang pada
budaya negara mereka sendiri. Hal ini dapat dibuktikan dengan popularitas
produk merek asing di pasar. Generasi muda masa kini menganggap menggunakan
barang asing adalah hal yang keren dan patut dibanggakan.
Untuk
mengatasi hal tersebut, perlu menumbuhkan rasa cinta tanah air di kalangan
generasi muda melalui perantara pendidikan. Pendidikan ini tidak harus terbatas
pada pendidikan formal seperti sekolah, tetapi juga dapat dilakukan di luar
sekolah dengan bantuan orang tua, teman sebaya, orang yang dihormati, dll.
Jelaskan pengertian dari cintah tanah air,
dan berikan contohnya!
Seringkali, bahkan
selalu, salah satu masalah di tingkat pendidikan. Banyak ide yang mengarah ke
"pertanyaan berkualitas rendah tentang siswa sekolah dasar, pertanyaan
mudah" dan lain-lain. Tentu bukan hal yang tidak masuk akal bagi guru,
dosen atau tenaga pengajar lainnya untuk menanyakan pertanyaan atau perintah
seperti itu, bahkan pemerintah telah mewajibkan pancasila dan pendidikan
kewarganegaraan di semua tingkatan. Yang membuat kita bertanya-tanya, apa
sebenarnya alasan dibalik semua ini?
Disini kita akan
menelusurinya melalui pemikiran kita, "Zaman ini serba online, sekolah
online, kerja online, pernikahan online, makanan harus dipesan online...",
kata orang. Memang, klaim ini, orang sudah menggunakan aplikasi online bahkan
sebelum pandemi.
Terlepas dari
manfaat yang diberikan, tentu ada kekurangan dan alasan negatif dalam
menggunakan media online, salah satu contohnya adalah masuknya budaya asing ke
dalam masyarakat Indonesia, khususnya di kalangan remaja. Memang budaya yang
masuk tidak selamanya buruk, pasti ada budaya asing yang baik yang bisa kita
tiru sehingga juga melahirkan sikap dan perilaku yang baik. Di sisi lain, jika
budaya di luar lapangan menimbulkan sikap negatif terhadap masyarakat, maka di
situlah pentingnya pendidikan.
Bukan masalah
budaya asing yang masuk ke masyarakat Indonesia, masalahnya adalah bagaimana
kita memilih budaya asing mana yang baik dan mana yang buruk. Jadi sikap
seperti apa yang harus digunakan untuk mencerminkan cinta tanah air? Ada banyak
tindakan yang bisa kita lakukan, antara lain:
1. Cintai dan gunakan produk lokal
Banyak orang menjawab pertanyaan ini ketika dihadapkan dengan tindakan atau sikap mencintai tanah air. Sebenarnya apa sih produk dalam negeri yang dimaksud? Sebagian besar dari kita akan berpikir panjang untuk mengetahuinya karena dalam kehidupan sehari-hari kita tidak menyadari apakah ini produk Indonesia atau bukan, kita hanya mengkonsumsinya tanpa memikirkannya. Sebenarnya cukup mudah untuk menemukan jawabannya, mulai dari yang sederhana, yaitu saat makan, pilihlah warung makan yang menjual makanan khas Indonesia, seperti rendang, gudeg, sate padang, rawon, dll. Tapi anak muda zaman sekarang memilih western food, kita bisa memakannya dan mengambil budayanya, tapi jangan sampai kita menjadi kebarat-baratan dan kehilangan jati diri kita yang sebenarnya.
2. Mempelajari
dan melestarikan budaya daerah.
Di
masa kini tidak hanya anak remaja, orang
dewasa bahkan ibu-ibupun tidak sedikit tertarik dengan kesenian budaya luar.
Indonesia ini memiliki kesenian yg sangat banyak dan indah. sebagai rakyat
Indonesia setidaknya kita tahu atau mengenal budaya- budaya di Indonesia, mulai
berasal tari- tarian diantaranya Tari Saman, Tari Piring, Tari Jaipong, dll.
Lalu ada baju adat, alat musik, lagu daerah, bentuk tempat tinggal , ritual atau norma wilayah, serta makanan wilayah. menjadi warga kita bisa mengikuti festival wilayah, mengunjungi museum kesenian, atau bisa melihatnya melalui internet. lalu bagaimana cara kita melestarikan budaya yang terdapat di Indonesia? Kita bisa melakukannya di lingkungan warga seperti mengikuti gotong royong, ikut aktif dalam karang taruna, serta ikut serta dalam memeriahkan hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
Banyak peringatan besar bagi semua rakyat Indonesia, kita bisa mengikuti aktivitas yang diselenggarakan sekolah, universitas, dan warga . Kita bisa memakai kebaya ketika Hari Kartini, melakukan upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda, upacara bendera tiap senin di sekolah, upacara hari kemerdekaan, serta masih banyak lagi.menunjukkan ciri-ciri kita kepada global menjadi bagian asal Indonesia.
Inilah
peran kita menjadi kita mahasiswa yg masih memiliki jiwa dan pemikiran yang jernih, kita harus bisa
menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki budaya- budaya yang khas.
dengan adanya internet kita bisa memperkenalkan budaya- budaya yg kita miliki
menggunakan menunjukkan karya yg ada diri kita di dalamnya ke media sosial
sehingga masyarakat dunia memahami bahwa kita juga memiliki budaya tersendiri
yang beragam serta menarik. misalnya kita mampu melakukan perekaman video tari
spesial wilayah, penggunaan alat musik
wilayah, dan menyanyikan lagu daerah
kemudian mengunggah video tersebut ke YouTube dan jadikan satu dalam playlist budaya Indonesia
sehingga setiap orang pada penjuru global bisa melihatnya. kemudian kita mampu
melukis atau mengukir kerajinan khas wilayah masing- masing kemudian mengunggah
foto karya tersebut ke media umum, mirip kerajinan batik dan ukiran kayu.
Itulah
beberapa hal yg mampu kita lakukan sebagai warga terutama mahasiswa, meskipun sekarang
merupakan zaman online serta masih terdapat pembatasan kerumunan yang
menyebabkan kegiatan dilakukan dari tempat tinggal menggunakan metode dalam jaringan, bukan
berarti kita bermalas- malasan, sebaliknya inilah kesempatan kita belajar
budaya Indonesia dengan memanfaatkan internet, bukan malah membuka situs- situs
luar negeri mirip belakangan ini yang viral misalnya K-Pop serta kartun
Jepang yang biasa dianggap anime yg
menyebar luas pada kalangan pemuda. Boleh kita melihat budaya dari luar, namun
jangan hingga hal itu berdampak jelek bagi diri kita dan budaya Indonesia, latihlah diri menggunakan
memilah mana yg berdampak positif serta mana yang negatif, mana yang di ambil
mana yang wajib dibiarkan.

