Tumblr Mouse Cursors

Selasa, 15 Januari 2019

Cara Dual Boot OS Windows 10 Dengan Linux Debian


Konsep Dual Boot

Terdapat beberapa mede yang dapat digunakan untuk menginstall dual boot windows dan ubuntu, bahkan di ubuntu sendiri telah tersedia opsi dual boot pada media pengintallasinya. Namun kami lebih senang kalau menginstall keduanya dengan cara terpisah.

Maksudnya, boot manager Windows dipisah dari boot manager Ubuntu. Ini bertujuan supaya pada saat menginstall ulang Windnows, maka boot manager Ubuntu tidak hilang/ tergantikan dengan boot manager Windows yang baru diiinstall ulang.

Dengan cara memisah keduanya, maka tidak akan khawatir terjadi masalah pada ubuntu apabila Windowsnya ada masalah, begitu juga sebaliknya. Karena itulah kita membutuhkan tambahan minimal 3 partisi baru untuk membuat dual boot ini.

  • Partisi Boot: Di partisi inilah tempat meletakkan GRUB. Hal itu dikarenakan GRUB tidak diletakan di MBR bersamaan dengan Windows boot manger.

  • Partisi Root: Di partisi inilah Ubuntu terinstall.

  • Partisi Swap: Kegunaan partisi ini yaitu diperlukan untuk swap file dan akan dipakai apabila Ubuntu memerlukan tambahan memory (Jika di Windows Swap File ini semacam Page File).

  • Partisi Home (opsional): Partisi Home merupakan lokasi dimana tempat file akan tersimpan (seperti file dokumen, gambar, dan lain-lain). Sifat dari partisi ini adalah opsional, anda dapat menambahkannya ataupun menggabungkannya menjadi satu dengan Root. 

Apabila anda telah memahaminya, maka langsung saja praktekan seperti berikut ini.


Membuat Bootable USB Flashdisk Ubuntu

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Untuk anda yang lebih memilih memakai DVD disc, anda cukup burn saja file ISO Ubuntu 16.04 ke DVD disc dengan memakai cara burn image to disc.

Namun untuk anda yang lebih memilih memakai USB Flashdisk, anda perlu membuat terlebih dahulu bootable USB Flashdisk Ubuntu. Cara membuatnya silahkan baca artiel Cara Membuat Bootable USB Flashdisk Linux Ubuntu di Windows.

Booting ke Bootable Installer Ubuntu

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Jika bootable USB flashdisk Ubuntu anda sudah jadi, maka anda tinggal menancapkan flashdisk anda ke komputer/ laptop Windows 10 kamu. Setelah itu boot dari USB tersebut.

Anda dapat mengatur first boot lewat setting BIOS atau bisa dengan masuk ke boot option dengan cara menekan tombol tertentu di komputer atau laptop anda ketika booting. (Kadang ada yang bisa masuk dengan menekan tombol F12, ESC, dan lain-lain tergantung komputer/ laptop anda.).

Membuat Partisi Ubuntu

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Setelah masuk booting dari installer ubuntu, maka akan tampil pilihan Try Ubuntudan Install Ubuntu.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Apabila anda belum menyiapkan partisi-partisi yang kami sebutkan di atas, maka anda dapat memilih Try Ubuntu dan menjalankan Gparted di dalamnya.


Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Jika Gparted terbuka, anda buat partisi yang dibutuhkan. Kecuali partisi Swap, partisi yang lain harus anda buat dengan menggunakan file system ext4.

Perlu diingat, karena kita akan buat banyak partisi, ada baiknya kalau anda pecah terlebih dahulu dulu Primary Partition dengan membuat satu Extended Partition.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Nantinya Extended Partition ini  yang akan dipecah-pecah sebagai Logical Partition menjadi 4 partisi berikut ini.

Partisi Boot: sebenarnya partisi ini 500mb saja cukup, namun kami menggunakan space 1GB untuk memeberi ruang yang cukup apabila kedepannya GRUB di update.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Partisi Swap: Di sini kami menggunakan space 4GB (4096 MB) untuk ruang bagi swap file (virtual memory) Ubuntu. Sebaiknya partisi swap dialokasikan space sebesar 2 x besar space RAM. 

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Partisi Root: Partisi ini dapat anda sesuaikan dengan keperluan, hanya saja anda perlu memastikan kalau besar partisi ini tidak kurang dari 10GB. Di sini kami untuk menginstall Ubuntu menggunakan space 20GB.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Partisi Home: Partisi Home besarnya dapat anda sesuaikan dengan keperluan anda. Di sini kami tidak memakai partisi Home karena file dokumen kami jadikan satu dalam partisi Root.

Apabila partisi telah diatur, anda bisa klik Apply dan tunggu hingga proses prtisi selesai.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Jika semua partisi telah selesai dibuat, maka langkah selanjutnya klik saja Install Ubuntu 16.04 LTS  yang terdapat di desktop.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Tentukan Pilihan Bahasa yang ingin anda gunakan.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Keduanya anda centang ini bertujuan untuk melakukan update pada saat proses instalasi dan menginstall third party tool yang diperlukan dalam menjalankan multimedia dan lain-lain.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Di bagian Installation type, anda pilih Something Else untuk memilih partisi yang telah dibuat tadi.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Di tiap-tiap partisi yang telah kita buat pilih Change.
Selanjutnya mount point partisi boot ke /boot dan centang format the prtition.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Pada partisi Swap pilihlan Use as Swap area

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Untuk partisi Root anda mount point ke /

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Ganti Device for boot loader installation ke partisi boot, pada contoh ini partisi boot adalah /dev/sda5

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Selanjutnya klik Install Now
Anda lakukan proses instalasi seperti biasanya dan jika proses instalasi telah selesai restart laptop/ komputer anda.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10
Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10
Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10
Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Sesudah restart, anda masih belum bisa masuk ke Ubuntu 16.04 LTS hal ini dikarenakan belum ada pilihan boot loader Ubuntu di MBR. Karena itulah langsung saja masuk ke Windows 10 dulu kemudian buka EasyBCD yang sebelumnya telah anda download.

Selanjutnya setelah EasyBCD terbuka buat entry baru untuk menambahkan pilihan Ubuntu 16.04 LTS. Caranya anda klik saja Add New Entry > Linux/BSD > Pada bagian Type Pilih GRUB (Legacy). Pada bagian Name isilah Ubuntu 16.04 LTS dan pada bagian drive pilih partisi Boot tempat boot loader Ubuntu terinstall. Apabila sudah, anda bisa klik Add Entry.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Pastikan di menu entries, hasilnya seperti berikut ini

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Selanjutnya restart komputer/ laptop anda, dan anda akan melihat tampilan booting ke windows 10 atau Ubuntu 16.04 LTS seprti pada gambar berikut ini.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Untuk masuk ke Ubuntu pilih Ubuntu 16.04 LTS, dan hasilnya seperti ini.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10


Cara seperti ini memang terlihat panjang, namun yakinlah dengan cara seperti ini kedepannya akan meminimalisir terjadinya masalah.

Misal, apabila terjadi upadate mayor Ubuntu 16.04 LTS atau update mayor Windows 10, maka masalah seperti bootloader yang kereplace dapat diminimalisir.

Jikalau sampai ada masalah dibootloader karena suatu hal, maka untuk mengatasinya sangatlah mudah tinggal masukkan lagi entry boot dengan EasyBCD di Windows.

Itulah kelebihan kalau bootloader Ubuntu dan Windows dipisah dalam partisi berbeda.

Cara Dual Boot Ubuntu dan Windows 10

Selasa, 08 Januari 2019

Cara Memperbaiki Hardisk Bad Sector


Cara Memperbaiki Hardisk Bad Sector


Salah satu komponen internal dari laptop dan PC yang cukup rawan mengalami kerusakan adalah hard disk. Kerusakan yang cukup berbahaya adalah bad sector karena bisa menyebabkan hilangnya data. Meskipun begitu, terdapat cara memperbaiki hardisk bad sector yang cukup mudah dilakukan jika Anda mengalaminya.

Bad sector sendiri merupakan suatu istilah yang digunakan ketika terdapat satu sektor dalam hard disk yang mengalami kerusakan. Sektor yang rusak tersebut tidak akan merespon perintah read (membaca) ataupun write (menulis) dari komputer.


Bad sector dapat terjadi pada hard disk jenis magnetis ataupun pada jenis solid-state drives. Bad sector bisa disebabkan oleh kerusakan fisik ataupun kerusakan software. Bad sector akibat kerusakan fisik tidak bisa diperbaiki sedangkan akibat kerusakan software masih bisa diperbaiki.

Jenis Bad Sector

Terdapat dua jenis bad sector yang biasa terjadi pada hard disk, yakni “physical” dan“logical”. Bad sector jenis physical sering disebut juga sebagai hard bad sector, sedangkan jenis logical sering disebut sebagai soft bad sector.Hard bad sector merupakan kumpulan sektor hard disk yang mengalami kerusakan secara fisik. Kerusakan tersebut bisa disebabkan karena head dari hard disk menyentuh sektor tersebut kemudian merusaknya. Bisa juga karena ada debu yang masuk, hard disk pernah terjatuh, dan masalah fisik lainnya. Bad sector jenis ini tidak bisa diperbaiki lagi.

Sedangkan soft bad sector merupakan kumpulan sektor hard disk yang tidak berfungsi dengan baik. Penyebab bad sector jenis ini biasanya karena adanya software yang mengalami error atau permasalahan dalam sistem operasi. Soft bad sector dapat diperbaiki dengan melakukan low-level format atau dengan menggunakan program Windows Disk Check.



Penyebab Bad Sector

Seperti disinggung di atas, penyebab bad sector ini sangat beragam. Bisa jadi bad sector tersebut sudah ada semenjak Anda membeli hard disk-nya. Pasalnya, setiap proses pembuatan hard disk tidak sepenuhnya sempurna karena pasti ada beberapa produk yang sudah mengalami kerusakan semenjak proses pembuatannya.

Selain karena proses produksinya, bad sector fisik juga bisa disebabkan karena hard disk pernah terjatuh sehingga head-nya menyentuh platter dan merusak beberapa sektornya. Debu dan kotoran yang masuk juga bisa merusak hard disk. Tentunya, faktor usia juga bisa berpengaruh. Hard disk yang sudah berusia tahunan dapat mudah mengalami kerusakan karena komponennya sudah tidak kokoh lagi.

Jika hard bad sector berkaitan dengan permasalahan fisik, maka soft bad sector biasanya berhubungan dengan permasalahan perangkat lunak. Sebagai contoh, jika komputer Anda tiba-tiba mati karena terputusnya arus listrik, maka hard disk bisa saja mengalami kerusakan apabila sedang dalam proses menulis.

Selain itu, sektor pada hard disk yang berisi data yang tidak sesuai dengan error-correction code-nya juga bisa dianggap sebagai bad sector oleh OS. Berbagai virus dan malware juga tentunya bisa menyebabkan soft bad sector pada perangkat hard drive Anda.




Efek Bad Sector

Efek yang ditimbulkan oleh bad sector dapat dibilang cukup menyeramkan bagi pemilik komputer. Ya, meskipun hard disk kita masih bisa berjalan normal, namun beberapa data di dalamnya akan corrupt dan tidak bisa digunakan lagi.

Hal tersebut tentu sangat merugikan jika data yang hilang tersebut sangatlah penting. Maka dari itu, jangan pernah lupa untuk memback-up data Anda karena bad sector ini bisa terjadi kapan saja. Gunakanlah berbagai layanan penyimpanan awan agar data Anda bisa aman dan bisa diakses di mana saja.

Pada awalnya kehadiran bad sector ini hanya pertanda bahwa beberapa bagian hard disk mengalami masalah, sedangkan hard disk Anda masih tetap aman. Namun jika jumlah bad sector tersebut terus bertambah dari waktu ke waktu, maka bukan tidak mungkin hard disk Anda akan rusak dalam waktu dekat.

Cara Memperbaiki Bad Sector

Sebelum mengulas cara memperbaiki hardisk bad sector, pertama-tama kita harus melakukan pengecekan terlebih dahulu. Sistem operasi Windows memiliki program sendiri untuk melakukan pengecekan ini, yaitu dengan Disk Check tool atau dikenal juga dengan istilah chkdsk.Disk Check akan memindai hard disk Anda untuk menemukan bagian yang mengalami bad sector. Jika terdapat soft bad sector, maka Disk Check akan memperbaikinya agar bisa digunakan kembali. Sedangkan apabila terdapat masalah bad sector yang lebih kompleks, maka Windows akan kembali menjalankan Disk Check secara otomatis ketika komputer Anda dinyalakan.



Berikut adalah cara untuk menjalankan Disk Check sepeti dikutip dari howtogeek.com:

1. Buka Windows Explorer, klik kanan pada drive yang ingin dicek, kemudian klik properties.

2. Setelah menu properties terbuka, berpindahlah ke tab Tools lalu klik tombol Check now pada bagian Error-checking.

3. Sebuah kotak dialog kecil akan muncul dengan dua opsi yang harus Anda pilih. Ceklis kedua opsi tersebut jika Anda ingin mengecek dan memperbaiki bad sector secara keseluruhan. Namun jika Anda ingin mengeceknya saja, maka cukup ceklis opsi yang pertama.

4. Jika drive yang ingin Anda cek sedang digunakan, maka pengecekan tidak bisa dilakukan. Namun Windows akan menjadwalnya secara otomatis ketika Anda merestart komputer.

5. Klik tombol Start untuk memulai proses pengecekan dan perbaikan.

Satu hal yang harus Anda ketahui, proses pengecekan ini dapat berlangsung cukup lama tergantung dari kapasitas hard disk serta jumlah data yang ada di dalamnya. Bahkan pengecekan ini bisa berlangsung selama berjam-jam sehingga pastikan Anda melakukannya ketika sedang tidak menggunakan komputer.


Jika Anda memilih untuk menjadwal proses pengecekan ini, maka Windows akan memulainya secara otomatis ketika Anda menyalakan atau merestart komputer. Namun apabila Anda ingin membatalkan penjadwalan tersebut, silahkan ikuti langkah-langkah berikut ini:

1. Buka command promt dalam administrator mode dengan cara klik kanan lalu pilih “Run as Administrator”.

2. Ketik tanpa tanda kutip “chkntfs /x c:”. Gantilah huruf “c” dengan huruf hard disk yang Anda jadwalkan untuk dilakukan pengecekan.

3. Tekan enter untuk membatalkan penjadwalan tersebut.

Itulah cara memperbaiki hardisk bad sector yang dapat Anda lakukan pada hard disk eksternal dan internal. Namun ingat, sebelum bad sector tersebut terjadi pada hard disk Anda, backup lah semua data penting agar Anda tidak menyesal ketika kehilangannya. Selain itu jika bad sector tersebut semakin banyak, gantilah hard disk tersebut sebelum mengalami kerusakan total.